Ini Dia Tes Kesehatan Yang Harus Kalian Lakukan Sebelum Menikah

Halo teman-teman kali ini kami akan membahas beberapa hal yang harus kalian lakukan sebelum kalian menikah. Jadi, kalian sudah menemukan seseorang yang siap selalu bersama kalian. Selamat untuk pernikahan kalian. Karena kalian akan menikah, hal ini tidak selalu terjadi karena euforia memulai hidup baru mungkin membuat kalian melupakan seseuatu.

Tanpa mempertimbangkan faktor kesehatan seksual dan reproduksi, kalian juga lupa untuk melakukan medical check-up. Untuk membantu kalian mempersiapkan diri lebih baik. Kalian sebaiknya mengambil tes medis yang harus kalian lakukan sebelum memasang cincin di jari-jemari pasangan kalian. Langsung saja simak ulasan berikut!

Tes kesehatan sebelum menikah

Tes Kesehatan Yang dilakukan Sebelum Menikah

1. HIV dan IMS

Pertama-tama, kami menyarankan kepada kalian harus memeriksa kemungkinan infeksi penyakit kronis HIV yang berkaitan langsung dengan sebuah hubungan antara pria dan wanita, Virus imunodifisiensi manusia adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan sebuah infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan penyakit HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya. Selain HIV kalian juga harus memperhatikan penyakit kronis lainnya sepeti Hepatitis B dan C dan Herpes, serta yang dapat disembuhkan seperti gonore, sifilis, vaginosis bakteri, infeksi ragi, Chlamydia, dll. Statistik menunjukkan bahwa 50% orang muda akan mendapatkan penyakit ifneksi menular seksual atau IMS, dan tidak tahu itu. Jika kalian sudah melakukan pemeriksaan, itu bagus.

Jika tidak, tidak apa-apa, namun pengetahuan tentang status pasangan kalian akan membantu kalian dalam mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri sendiri jika kalian akan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Medical check-up sebelum menikah juga berugan untuk mengurangi risiko infertilitas atau keguguran. Dengan tes kesehatan sebelum menikah kalian akan menjadi saling mengerti tentang pasangan kalian, tes kesehatan juga menjadi bahan pertimbangan untuk jangka panjang.

2. Tes Kesuburan

Saat kalian akan menikah kalian pasti memekirkan untuk memeliki seorang buah hati. Jadi sebaikinya kalian mempertimbangkan untuk melakukan tes kesuburan agar terhindar dari kejutan dan beberapa tekanan emosional yang terkait kesuburan. Kalian harus menguji untuk kalian dan pasangan ,karena pria bertanggung jawab atas setengah dari semua kasus infertilitas. Tes kesuburan meliputi analisis sperma, uji hormon; USG panggul memindai untuk memastikan keadaan organ reproduksi internal dan sebagainya. Untuk dapat hamil, organ reproduksi dari wanita haruslah berfungsi dengan baik.

Tapi jika kehamilan tidak kunjung datang meski sudah berhubungan seks rutin, beberapa prosedur bisa kalian lakukan sebagai alat tes kesuburuan untuk memeriksa organ-organ reproduksi pihak wanita. Beberapa organ wanita yang harus memiliki kinerja baik dalam  sistem reproduksi , adalah rahim, tuba fallopi, dan ovarium (indung telur). Organ-organ reproduksi tersebut harus bekerja dengan baik tanpa gangguan sedikitpun, maka dibutuhkan  tes kesuburan  untuk mengetahui kondisi dan gangguan terdapat pada masing-masing organ tersebut.

Baca Juga : Manfaat Ketumbar Bagi Kesehatan Yang Belum Kalian Ketahui

3. Genotipe

Genotipe adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan keadaan genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populasi. Genotipe dapat merujuk pada keadaan genetik suatu lokus maupun keseluruhan bahan genetik yang dibawa oleh kromosom. Genotipe dapat berupa homozigot atau heterozigot. Penting untuk kalian memastikan kedua genotipe kalian sebelumnya memiliki seorang anak karena untuk memastikan tidak adanya penyakit sel sabit.

Sel sabit adalah kondisi di mana tidak adanya sel darah merah yang sehat untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah pada umumnya berbentuk bulat dan dapat bergerak dengan mudah melalui pembuluh darah yang memiliki kemampuan mengikat oksigen, dan membantu mengantarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Penyakit sel sabit dikaitkan dengan cacat pada sel darah merah dan merupakan penyakit seumur hidup yang sering mengakibatkan penyakit serius. Jika kalian dari genotipe AA, tidak ada yang perlu kalian dikhawatirkan, tetapi jika kalian dari genotipe AS, kalian adalah pembawa gen sel sabit dan harus berhati-hati untuk mengetahui apakah pasangan kalian juga bukan genotipe AS. Jika iya, ada kemungkinan 50% memiliki anak yang berasal dari genotipe SS.

4. Golongan Darah

Penting bagi kalian untuk memastikan golongan darah dari calon pasangan untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan golongan darah atau ketidaksesuaian rhesus. Golongan darah kalian bisa jadi A, B, O atau AB tetapi ada komponen lain yang disebut sebagai faktor Rhesus. Faktor Rhesus adalah positif atau negatif. Jika seorang wanita Rhesus negatif menikahi suami Rhesus Positif, ada kemungkinan 50% bayi akan positif rhesus.

Dalam hal ini, jika tindakan pencegahan tidak dilakukan selama kehamilan, ini dapat menyebabkan penyakit Anemia Hemolitik pada bayi baru lahir. Anemia hemolitik adalah kondisi di mana hancurnya sel darah merah atau eritrosit lebih cepat dari pada pembentukannya. Sedangkan pada bayi yang baru lahir, terdapat suatu kondisi anemia hemolitik yang dinamakan Eritroblastosis Fetalis. Kondisi ini terjadi akibat ketidakcocokan golongan darah rhesus antara ibu hamil dengan janin. Keadaan tersebut akan menyebabkan sel darah merah janin diserang oleh antibodi dari tubuh ibu.

Kasus eritroblastosis fetalis umumnya terjadi pada kehamilan kedua ketika seorang ibu hamil sudah memiliki antibodi yang terbentuk dari kehamilan pertama. Penyakit anemia hemolitik cukup berbahaya bagi bayi dikarenakan dapat menimbulkan komplikasi. Saat ini, pengobatan untuk bayi yang mengalami eritroblastosis fetalis adalah dengan memberikan Imunoglobulin Intravena (IVIG) atau transfusi darah. Dokter juga dapat mencegah munculnya Eritroblastosis Fetalis pada ibu hamil yang terdiagnosa kondisi tersebut dengan memberikan injeksi RhoGAM pada usia kehamilan sekitar 28 minggu. Pemahaman tentang kedua golongan darah kalian akan membantu dokter dalam mencegah ketidaksesuaian Rhesus selama kehamilan dan terhindar dari penyakit Anemia Hemolitik

5. Kondisi Medis Kronis

Melakukan kondisi medis kronis bukanlah akhir dari dunia. Banyak pasangan takut untuk melakukan sebuah tes medis kronis. Sebenarnya Pengetahuan hanya akan membantu kalian berdua lebih siap untuk saling berjaga-jaga untuk kemungkinan yang ada. Tes awal untuk kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dll. Akan memungkinkan kalian dan pasangan untuk mencari bantuan medis cukup awal dan juga membuat perubahan gaya hidup yang diperlukan. Ketika berbicara tentang kesehatan kalian akan selalu merasa baik untuk mengetahui hal ini lebih awal dan membuat kalian berada di jalur aman untuk membuat pilihan hidup sehat. Lebih baik berada di sisi yang aman ketika mengetahui status kesehatan seksual kalian sebelum menikah. Menyadari masalah apa pun atau kurangnya masalah membuat kalian tidak perlu khawatir sebelum hari besar kalian.

Kesimpulan dari Tes Kesehatan Sebelum Menikah

Jadi, pastikan untuk melakukan 5 tes kesehatan yang tercantum di atas. Kita tidak akan pernah bisa menebak-nebak penyakit apa yang terdapat pada diri kita.

You May Also Like

About the Author: akuinginsehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *