Manfaat Jahe Merah Bagi Wanita

Jahe adalah salah satu rempah-rempah yang menyehatkan. Jahe sarat akan nutrisi dan senyawa bioaktif yang memiliki manfaat kuat untuk tubuh dan otak kalian. Berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan dari jahe bagi wanit yang didukung oleh penelitian ilmiah.

8 Manfaat dan Kegunaan Jahe Merah Bagi Wanita

Manfaat jahe merah

1. Jahe Mengandung Gingerol, Zat Dengan Sifat Obat Kuat

Jahe adalah tanaman berbunga yang berasal dari Cina. Jahe merupakan tanaman dengan keluarga Zingiberaceae, dan berkaitan erat dengan kunyit, cardomon dan lengkuas. Rimpang (bagian bawah tanah dari batang) adalah bagian yang biasa digunakan sebagai bumbu. Itu sering disebut akar jahe, atau jahe. Jahe memiliki sejarah penggunaan yang sangat panjang dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional atau alternatif. Ini telah digunakan untuk membantu pencernaan, mengurangi mual dan membantu melawan flu dan pilek, dan untuk penyakit lainnya. Jahe dapat digunakan segar, kering, bubuk,minyak, dan jus. Jahe juga kadang-kadang ditambahkan ke makanan olahan dan kosmetik. Ini adalah bahan yang sangat umum dalam resep. Aroma dan rasa jahe yang unik berasal dari minyak alami, yang terdapat pada tanaman jahe. Gingerol adalah senyawa bioaktif utama dalam jahe, bertanggung jawab banyak untuk manfaat jahe. Senyawa ini memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang kuat

2. Jahe Dapat Mengobati Berbagai Bentuk Mual Saat Masa Kehamilan

Jahe tampaknya sangat efektif melawan mual. Sebagai contoh, ia memiliki sejarah panjang digunakan sebagai obat penyakit laut, dan telah terbukti sangat efektif. Jahe juga dapat meredakan mual dan muntah pasca operasi, dan pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Tetapi manfaat jahe yang paling efektif ketika berhubungan dengan mual yang berkaitan dengan kehamilan, seperti mual di pagi hari. Menurut review dari 12 studi yang termasuk total 1.278 wanita hamil, 1,1-1,5 gram jahe dapat secara signifikan mengurangi gejala mual. Meskipun jahe dianggap aman, bicarakan dengan dokter kalian sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar jika kalian sedang hamil. Beberapa percaya bahwa jumlah besar dapat meningkatkan risiko keguguran, tetapi saat ini tidak ada penelitian yang mendukung hal ini

3. Jahe Dapat Mengurangi Nyeri dan Nyeri Otot

Jahe telah terbukti efektif melawan nyeri otot akibat latihan berat dan aktivitas sehari-hari. Dalam satu penelitian, mengonsumsi 2 gram jahe per hari, selama 11 hari, secara signifikan mengurangi nyeri otot pada orang yang melakukan olah raga. Jahe tidak memiliki dampak langsung, tetapi mungkin efektif dalam mengurangi perkembangan nyeri otot akibat olah raga atau aktivitas sehari-hari Efek ini diyakini berkat dari sifat anti-inflamasi.

4. Efek Ant-iinflamasi Dapat Membantu Osteoartritis

Osteoartritis adalah masalah kesehatan umum. Ini melibatkan degenerasi sendi dalam tubuh, menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan. Dalam uji coba terkontrol 247 orang dengan osteoarthritis lutut, mereka yang mengambil ekstrak jahe memiliki lebih sedikit rasa sakit dan membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit. Studi lain menemukan bahwa kombinasi jahe, damar wangi, kayu manis dan minyak wijen, dapat mengurangi rasa sakit dan kekakuan pada pasien osteoartritis ketika dioleskan.

5. Jahe Dapat Menurunkan Gula Darah Secara drastis dan Meningkatkan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Percobaan penelitian ini relatif baru, tetapi jahe mungkin memiliki sifat anti- diabetes yang kuat. Dalam sebuah studi 2015 baru-baru ini dari 41 peserta dengan diabetes tipe 2, 2 gram bubuk jahe per hari menurunkan gula darah puasa sebesar 12%. Ini juga secara dramatis meningkatkan HbA1c (penanda untuk kadar gula darah jangka panjang), yang mengarah ke pengurangan 10% selama periode 12 minggu. Terdapat pengurangan sekitar 28% dalam rasio ApoB / ApoA-I, dan penurunan penanda sebesar 23% untuk lipoprotein teroksidasi. Ini adalah faktor risiko utama penyakit jantung.

6. Jahe Dapat Membantu Mengobati Gangguan Pencernaan Kronis

Gangguan pencernaan kronis atau dispepsia dapat ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan pada bagian atas perut. Dipercayai bahwa pengosongan perut yang tertunda adalah penyebab utama gangguan pencernaan. Menariknya, jahe telah terbukti mempercepat pengosongan lambung pada orang dengan kondisi ini. Setelah makan, jahe mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk perut kosong dari 16 hingga 12 menit. Dalam sebuah penelitian terhadap 24 orang sehat, 1,2 gram bubuk jahe sebelum makan mempercepat pengosongan perut sebesar 50% (13).

7. Bubuk Jahe Dapat Mengurangi Nyeri Menstruasi Secara Signifikan

Nyeri haid (dismenore) mengacu pada nyeri yang dirasakan selama siklus menstruasi wanita. Salah satu kegunaan tradisional jahe adalah untuk menghilangkan rasa sakit, termasuk nyeri haid. Dalam satu penelitian, 150 wanita diperintahkan untuk mengambil 1 gram bubuk jahe per hari, selama 3 hari pertama periode menstruasi. Dan hasilnya jahe berhasil mengurangi rasa sakit sama efektifnya dengan obat asam mefenamat dan ibuprofen.

8. Jahe Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol

Tingginya kadar LDL lipoprotein (kolesterol jahat) terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Makanan yang kalian makan dapat memiliki pengaruh kuat pada kadar LDL. Dalam sebuah studi 45 hari terhadap 85 orang dengan kolesterol tinggi, 3 gram bubuk jahe menyebabkan penurunan yang signifikan pada sebagian besar penanda kolesterol. Ini didukung oleh penelitian pada tikus hipotiroid, di mana ekstrak jahe menurunkan kolesterol LDL hingga tingkat yang sama dengan obat penurun kolesterol atorvastatin. Kedua studi ini juga menunjukkan pengurangan kolesterol total dan trigliserida darah. Sekian dari kami semoga tips dari kami bisa bermanfaat dan jagalah kesehatan tubuh kalian, karena kesehatan tubuh tidak tergantikan dan harta yang sangat berharga.

You May Also Like

About the Author: akuinginsehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *